Senin, 28 Desember 2020

Kesenian di Nganjuk

 assalamu'alaikum wr.wb. dalam tulisan ke 6 ini saya akan memberitahu beberapa   kesenian kesenian yang berada di Kabupaten Nganjuk.

1.  Tari Tayub


Tari Tayub atau Tayuban merupakan salah satu kesenian yang mengandung unsur keindahan dan keserasian gerak. Tarian ini mirip dengan tari Gambyong dari Jawa Tengah. Pusat kesenian ini ada di Desa Ngrajek, Kecamatan Tanjunganom. Meski demikian, setiap hari para warga di desa beraktivitas seperti masyarakat biasanya, sehingga desa tersebut tidak terlihat sebagai pusat Kesenian Tayub di Kabupaten Nganjuk.


Akan tetapi jika ada hari-hari besar atau ada warga yang memiliki hajat desa tersebut pasti diramaikan dengan kesenian tayub. Terlebih jika bulan jawa atau bulan syuro tiba, desa tersebut akan sangat ramai oleh para pendatang dari desa lain bahkan dari kota lain dikarenakan pada bulan tersebut bertepatan dengan acara wisuda para Waranggono yang sudah menjadi agenda tahunan di Kabupaten Nganjuk.

Pada saat menarikan Tari Tayub sang penari wanita yang disebut Tledek mengajak penari pria dengan cara mengalungkan selendang, yang disebut dengan sampur, kepada pria yang diajak menari tersebut. Sering terjadi persaingaan antara penari pria yang satu dengan penari pria lainnya, persaingan ini ditunjukkan dengan cara memberi uang kepada Tledek. Persaingan ini juga sering menimbulkan perselisihan fisik antara penari pria.

2. Wayang Timplong

                                                        Wayang Timplong (gpswisataindonesia.info).*


Kesenian tradisional yang telah ada sejak tahun 1910 dari Dusun Kedung Bajul Desa Jetis, Kecamatan Pace. Wayang ini jumlahnya 100 buah, terbuat dari kayu, baik kayu waru, mentaos, maupun pinus. Dilengkapi Gunungan yang terbuat dari bulu merak dan Golekan yang biasanya terbuat dari kayu bentuknya pipih dan tangannya terbuat dari kulit. Instrumen gamelan yang digunakan sebagai musik pengiring, juga sangat sederhana.

3. Tari Mungdhe



                                     
Tari Mung Dhe adalah tari tradisional yang diciptakan oleh sisa – sisa prajurit pangeran Diponegoro yang menetap di desa Tremas kecamatan Patianrowo. Gerakan tarian yang berasal dari desa Garu, kecamatan Baron, Nganjuk ini menggambarkan perjuangan, yaitu latihan berbaris dan perang.
Tari yang bertemakan kepahlawanan ini melibatkan 14 pemain dengan masing-masing peran diantaranya ; 2 orang sebagai penari/prajurit, 2 orang sebagi pembawa bendera, 2 orang sebagai botoh, 8 orang sebagai penabuh /pengiring.

Dewasa ini tari Mung Dhe sering menjadi tarian pengiring upacara adat, seperti Gembyangan Waranggana Jamasan Pusaka dan juga ditampilkan pada acara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Daerah Kabupaten Nganjuk, seperti Pemilihan Duta Wisata, maupun Grebeg Suro.
 sekian dan terima kasih semoga dapat membantu memberikan pengetahuan bagi kita semua wassalamu'alaikum wr.wb.

Rabu, 16 Desember 2020

Air terjun sedudo

 Assalamua'alaikum Wr. Wb. 

haiii teman teman saya kembali lagi, sebelumnya gimana kabar kalian semua....

kali ini saya akan menyampaikan atau berbagi cerita tentang wisata air terjun yang sangat fenomenal di kota Nganjuk  yaitu air terjun sedudo.

    Air Terjun Sedudo adalah sebuah air terjun dan objek wisata yang terletak di Desa Ngliman Kecamatan  Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Jaraknya sekitar 30 km arah selatan ibu kota kabupaten Nganjuk. Berada pada ketinggian 1.438 meter dpl, ketinggian air terjun ini sekitar 105 meter. Tempat wisata ini memiliki fasilitas yang cukup baik, dan jalur transportasi yang mudah diakses.

Masyarakat setempat masih mempercayai, air terjun in memiliki kekuatan supra natural. Lokasi wisata alam ini ramai dikunjungi orang pada bulan Sura (kalender Jawa). Konon mitos yang ada sejak zaman Majapahit, pada bulan itu dipercaya membawa berkah awet muda bagi orang yang mandi di air terjun tersebut.

Setiap Tahun Baru Jawa, air terjun Sedudo dipergunakan untuk upacara ritual, yaitu memandikan arca dalam upacara Parna Prahista, yang kemudian sisa airnya dipercikan untuk keluarga agar mendapat berkah keselamatan dan awet muda. Hingga sekarang pihak Pemkab Nganjuk secara rutin melaksanakan acara ritual Mandi Sedudo setiap tanggal 1 Suro.

Tradisi yang tak kalah penting yaitu adalah Jamasan pusaka, di mana biasanya dilakukan di kantor Desa Ngliman. Jamasan Pusaka dilaksanakan dengan mencuci pusaka-pusaka seperti keris, tombak
dan pusaka-pusaka peninggalan Kerajaan Majapahit lainnya.

 
 Juga masih ada lagi mitos yang berkembang di air terjun sedudo ini konon katanya  kawasan ini digunakan sebagai pertapaan salah seorang tokoh penyebar agama islam di Nganjuk. Tokoh tersebut bernama Ki Ageng Ngaliman. Oleh karena itu, banyak pula orang-orang yang juga melakukan ritual pertapaan di kawasan ini. Biasanya mereka disini bertapa untuk meminta rezeki.

Ada pula yang bertapa untuk meminta dinaikkan jabatan dan dilancarkan urusan politiknya. Entah benar atau tidak yang namanya juga sebuah kepercayaan, yang sebisa mungkin jangan dituruti karena musyrik dan menentang ajaran agama.

oke teman teman  mungkin  cukup dulu untuk tulisan saya kali ini yaa, semoga bermanfaat 😊

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


 

Jumat, 11 Desember 2020

Mira Kartikasari

  Nganjuk Kota Angin 

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

haloo teman teman... gimana kabarnya baik baik kan ya

disini kalian mungkin tidak asing lagi dengan kota Nganjuk, kota yang dijuluki sebagai kota angin. mengapa kota nganjuk dijuluki kota angin / bayu?. yang pastinya karena banyak angin anginya gitu ya hehehe. 

    Nganjuk adalah sebuah kabupaten yang terletak di provinsi  Jawa Timur yang berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro di sebelah Utara, sebelah Timur berbatasan dengan Jombang dan Kediri, dan di sebelah selatan berbatasan dengan kabupaten kediri dan Ponorogo. Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Madiun.

Gapura Masuk Kabupaten Nganjuk  

 Frekuensi angin di nganjuk bisa dibilang lebih tinggi dibandingkan dengan kota-kota lain di Jawa Timur.  Hembusan angin yang kencang di kota Nganjuk ini konon karena wilayahnya yang diapit oleh gunung Wilis dan Gunung Kendeng, sehingga letak geografisnya menyebabkan terjadinya angin yang berlebih.Bahkan setiap waktu, mulai pagi, siang, sore bahkan malam hari anginnya senantiasa kencang. biasanya angin yang kencang datangnya dari arah selatan. Pada musim-musim tertentu, angin di beberapa wilayah nganjuk berhempas sangat kencang bahkan menimbulkan beberapa bencana seperti pohon yang roboh, genteng yang tertiup angin, hingga kecelakaan lalu lintas karena ketiup angin.

Meskipun berangin, kabupaten nganjuk biasanya juga beriklim hangat, tapi seringkali lebih ke panas juga. Jadi anginnya bukan angin yang dingin tetapi lebih ke panas. Kadang angin siang hari malah sangat panas sekali. Sekian dan terima kasih yaaa

Wassalamu'alikum Wr. Wb. 

 


Minggu, 06 Desember 2020

Petani Bawang Merah di Nganjuk


 Bawang Merah

 

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

    hallo teman teman bagaimana kabarnya?, kali ini saya tidak lagi mereview makanan namun sedikit bercerita tentang petani yang ada di daerahku yaitu di kabupaten Nganjuk. Petani di sini pada umumnya menanam tanaman yang biasa disebut dengan brambang atau bawang merah, Bawang merah disini di panen setiap mulai 2 sampai 3 bulan sekali, dalam menanam bawang merah ini petani memerlukan beberapa modal yang sangat banyak seperti lahan atau sawah jika belum punya harus menyewa terlebih dahulu, bibit yang akan digunakan, dan  pestisida beserta pupuknya. 

 

 
    Dalam pemanenan bawang merah petani kerap kali mengalami kerugian dikarenakan harga dari bawang merah itu mengalami keanjlokan dikarenakan  panennya bersamaan dengan daerah lain seperti dari Kabupaten Brebes, Kabupaten Demak, Kabupaten Pati dan biasanya juga bawang merah dari daerah Bima, selain persaingan dari daerah lain petani bawang merah bisa juga mengalami kerugian dikarenakan adanya serangan hama yang sulit untuk di tuntaskan dan mengakibatkan bawang merah di sini kurang berkuwalitas. Dan untuk saat ini para petani di Nganjuk sedang menantikan panen raya bawang merah.

 oke teman teman terima kasih ya telah membaca tulisan ini, dan semoga panen bawang yang sedang dinantikan saat ini menghasilkan banyak keuntungan serta harga yang stabil.

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

 

Senin, 30 November 2020

 Nasi Becek

Assalamuaikum Wr.Wb. 

hallo teman teman kali ini aku akan mengenalkan makanan khas Nganjuk lagi yaitu "Nasi Becek"

    Nasi becek dikenal sebagai sego becek,  Sego Becek adalah hidangan yang mirip dengan kari/kare kambing. Namun Nasi Becek disajikan seperti soto babat yang didalamnya terdapat irisan kubis, kecambah dan potongan daging atau babat. Selain itu ditambahkan juga sate kambing sebagai menu pelengkapnya. Perpaduan rasa kuah dan sate inilah yang menjadi keistimewaan dari makanan Nasi Becek.

sego becek kuliner khas nganjuk  

Via Instagram: @nganjukfoodhunter

     Dalam proses pengolahannya, kuah Nasi Becek ini diolah dengan bumbu yang cukup lengkap mulai dari bumbu yang dihaluskan hingga bumbu rempah, sehingga cita rasa bumbunya sangat terasa di lidah kita saat menyantapnya. Selain itu ditambahkan dengan potongan daging kambing dan jeroan tentu membuat nasi becek ini semakin nikmat. nasi becek ini biasanya disajikan dengan nasi hangat dan di atasnya juga terdapat aneka trancam seperti irisan kubis, seledri, dan kecambah, kemudian disiram dengan kuah. Tak hanya kuah tapi juga jeroan kambing seperti gajih (lemak) dan sedikit balungan (tulang belulang) dan juga biasanya disajikan dengan ditambahi dengan sate kambing.  Tauge pendek yang dicampurkan di dalamnya memberikan efek segar krenyes-krenyes. Seledri juga memberikan sentuhan aroma lain yang menyingkirkan aroma khas daging kambing yang biasanya agak prengus. Demikian pula taburan bawang merah gorengnya. Kuah nasi becek juga kelihatan cokelat seperti Rawon. Dan untuk harganya lumayan murah yaitu sekitar 13 ribu untuk nasi beceknya jika ditambah dengan sate harganya berkisar 20 ribu hingga 30 ribu.

oke teman teman terima kasih ya telah mengunjungi blog ku sampai jumpa di blog ku selanjutnya..

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Rabu, 25 November 2020

Makanan khas Nganjuk

Dumbleg 

Assalamualaikum Wr. Wb.  

    Hallo teman teman perkenalkan  saya Mira Kartikasari mahasiswa semester 3 prodi S1 Keperawatan disalah satu perguruan tinggi swasta di Jombang yaitu UNIPDU. Disini saya akan mengenalkan beberapa makanan khas yang ada di Nganjuk, yaitu DUMBLEG, gimana guys apakah diantara kalian sudah ada yang tau tentang dumbleg?.

buat kalian yang penasaran dengan makanan khas Nganjuk ini kalian bisa langsung datang di pasar tradisional yang berada di Nganjuk, karena makanan ini hanya di produksi di pasar tradisional beberapa kecamatan yang berada di Nganjuk yakni kecamatan Gondang dan Rejoso.

  

https://jejakpiknik.com/makanan-khas-nganjuk/

 

    Dumbleg merupakan salah satu makanan ringan khas Nganjuk yang kerap dijadikan makanan pembuka atau cemilan satu ini terbuat dari campuran tepung ketan, gula jawa dan tidak lupa santan kelapa. Dumbleg terdiri dari dua jenis, dumbleg merah dan putih. Dumbleg merah dibuat dengan campuran gula merah sementara dumbleg putih dibuat tanpa gula merah.Dumbleg memiliki rasa yang legit, manis dan gurih. Tekstur dumbleg mirip seperti dodol dengan bentuk lonjong besar menyerupai lontong. Dumbleg ini dibungkus menggunakan pelepah pohon jambe yang kemudian dijahit sisi bawah dan sampingnya saja. Jajanan tradisional ini biasanya dibandrol dengan harga yang cukup murah lohh yakni sekitar 5 ribu hingga 10 ribu saja per bijinya. 

oke teman teman jika kalian sedang berada di kota nganjuk jangan lupa ya membeli jajanan  pasar khas Nganjuk ini ya teman teman. dan juga tunggu blog ku selanjutnya ya yang pastinya akan mengeksplor makanan khas Nganjuk. sekian dan terima kasih.

Wassalamualaikum Wr.Wb.


Kesenian di Nganjuk

 assalamu'alaikum wr.wb. dalam tulisan ke 6 ini saya akan memberitahu beberapa   kesenian kesenian yang berada di Kabupaten Nganjuk. 1. ...