assalamu'alaikum wr.wb. dalam tulisan ke 6 ini saya akan memberitahu beberapa kesenian kesenian yang berada di Kabupaten Nganjuk.
1. Tari Tayub
Tari Tayub atau Tayuban merupakan salah satu kesenian yang mengandung
unsur keindahan dan keserasian gerak. Tarian ini mirip dengan tari
Gambyong dari Jawa Tengah. Pusat kesenian ini ada di Desa Ngrajek,
Kecamatan Tanjunganom. Meski demikian, setiap hari para warga di desa
beraktivitas seperti masyarakat biasanya, sehingga desa tersebut tidak
terlihat sebagai pusat Kesenian Tayub di Kabupaten Nganjuk.
Akan tetapi jika ada hari-hari besar atau ada warga yang memiliki hajat desa tersebut pasti diramaikan dengan kesenian tayub. Terlebih jika bulan jawa atau bulan syuro tiba, desa tersebut akan sangat ramai oleh para pendatang dari desa lain bahkan dari kota lain dikarenakan pada bulan tersebut bertepatan dengan acara wisuda para Waranggono yang sudah menjadi agenda tahunan di Kabupaten Nganjuk.
Akan tetapi jika ada hari-hari besar atau ada warga yang memiliki hajat desa tersebut pasti diramaikan dengan kesenian tayub. Terlebih jika bulan jawa atau bulan syuro tiba, desa tersebut akan sangat ramai oleh para pendatang dari desa lain bahkan dari kota lain dikarenakan pada bulan tersebut bertepatan dengan acara wisuda para Waranggono yang sudah menjadi agenda tahunan di Kabupaten Nganjuk.
Pada saat menarikan Tari Tayub sang penari wanita yang disebut Tledek mengajak penari pria dengan cara mengalungkan selendang, yang disebut dengan sampur,
kepada pria yang diajak menari tersebut. Sering terjadi persaingaan
antara penari pria yang satu dengan penari pria lainnya, persaingan ini
ditunjukkan dengan cara memberi uang kepada Tledek. Persaingan ini juga sering menimbulkan perselisihan fisik antara penari pria.
2. Wayang Timplong
Wayang Timplong (gpswisataindonesia.info).*3. Tari Mungdhe
Tari Mung Dhe adalah tari tradisional yang diciptakan oleh sisa – sisa
prajurit pangeran Diponegoro yang menetap di desa Tremas kecamatan
Patianrowo. Gerakan tarian yang berasal dari desa Garu, kecamatan Baron,
Nganjuk ini menggambarkan perjuangan, yaitu latihan berbaris dan
perang.
Tari yang bertemakan kepahlawanan ini melibatkan 14 pemain dengan
masing-masing peran diantaranya ; 2 orang sebagai penari/prajurit, 2
orang sebagi pembawa bendera, 2 orang sebagai botoh, 8 orang sebagai
penabuh /pengiring.
Dewasa ini tari Mung Dhe sering menjadi tarian pengiring upacara adat,
seperti Gembyangan Waranggana Jamasan Pusaka dan juga ditampilkan pada
acara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Daerah Kabupaten Nganjuk, seperti
Pemilihan Duta Wisata, maupun Grebeg Suro.



Yuk lihat bareng mir
BalasHapusmantapppp
BalasHapusJoss mirr
BalasHapusMantap
BalasHapusأجيب مشاالله
BalasHapusMantul mir👍
BalasHapusKeren :)
BalasHapusMantap🤗
BalasHapusMira dadi wayang pasti seruuu😂
BalasHapusGood👍
BalasHapusKeren kaka🔥
BalasHapus